IBM (Iptek bagi Masyarakat)

IbM Kelompok Pengrajin Gula Kelapa di Desa Curah Tepas Kecamatan Ajung Kabupaten Jember

Neviyani, S. Pd, MM (NIDN. 0729088301)

PENDAHULUAN

  1. Analisis Situasi

Kelapa merupakan sumber daya alam yang sangat potensial, pohon kelapa dapat tumbuh dengan baik hampir di seluruh wilayah. Masyarakat pada umumnya sangat akrab dengan kelapa karena penggunaanya pada masakan sehari-hari, sebut saja pemanfaatan kelapa salah satunya di buat gula kelapa. Pemanfaatan kelapa masih sangat terbatas baik oleh penduduk atau pemerintah, sebenarnya kelapa mempunyai potensi untuk untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperluas lapangan pekerjaan cukup menjanjikan. Selain buah kelapa yang dapat diproses menjadi bermacam-macam produk bernilai ekonomi tinggi, produk lain yang tidak kala pentingya dari kelapa adalah Nira. Nira merupakan cairan dengan kadar gula tinggi yang disadap dari bunga kelapa (mayang).

Gula kelapa dihasilkan dari Nira Kelapa yaitu cairan bening yang terdapat dalam bunga kelapa (mayang) yang pucuknya belum membuka kemudian ditoreh oleh para petani dan selanjutnya di masak oleh para keluarga petani penderes dengan sangat sederhanam lalu di cetak dengan cetakan plastik kemudian dijual. Adapun pengerjaan gula kelapa adalah : menderes untuk memperoleh nira, rata-rata untuk setiap produksi dibutuhkan seuluh pohon kelapa, kemudian air nira yang telah diambil dari pohon kelapa dituangkan kesebuah wajan besar dan dimasak sampai mengental dan membutuhkan waktu sekitar 4-5 jam. Dan setelah itu dimasukkan kedalam cetakan.

Berdasarkan Data dan Statistik Kabupaten Jember Tahun 2013, Kecamatan Ajung tanaman kelapa yang menghasilkan 660 dari keseluruhan tanaman kelapa Kabupaten Jember yaitu 8.971. Kelompok pengrajin gula kelapa di Desa Curah Tepas Kecamatan Ajung Kabupaten Jember.

Telah menjadi harapan bersama bahwa usaha gula kelapa dapat lebih berkembang dan maju. Melalui kegiatan IbM gula kelapa diharapkan dapat meningkatkan usahanya sehingga dapat meningkatkan pendapatan. Dengan adanya bantuan peralatan dan modal, proses produksi dan pemasaran usaha gula kelapa dapat berkembang.

  1. Permasalahan Mitra  dan Solusi Yang ditawarkan

Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh Mitra maka ada beberapa solusi yang ditawarkan guna mengatasi masalah yang dihadapi serta melakukan pengembangan terhadap usaha pengembangan gula kelapa, antara lain:

Tabel. 1.1 Solusi Permasalahan Mitra

No. Permasalahan Mitra Solusi yang ditawarkan
1. Sumber Daya Manusia yang terbatas Memberikan transfer ilmu kepada sumber daya tentang meningkatkan kesejhateraan/ meningkatkan pendapatan dengan memberikan pelatihan pengenalan peralatan dan perlengkapan secara modern.
2. Proses produksi yang sederhana dan menggunakan peralatan manual, seperti  masih menggunakan tngku Memberikan bantuan berupa kompor  gas api 1000, tabung gas beserta isinya, regulator, ketel besi dan sutel kayu
3. Kemasan gula kelapa kurang menarik Memberikan bantuan berupa vacuum sealer untuk packaging dan plastik yang berlogo gula kelapa, dan cetakan bulat kecil-kecil
4. Pemasaran yang kurang berkembang sehingga produk hanya di jual pada tengkulak Memberikan bantuan note book, modem dan website
5. Keterbatasan modal   Memberikan bantuan peralatan berupa kompor gas api 1000, tabung gas beserta isinya, regulator, ketel besi, sutel kayu, vacuum sealer, plastic, cetakan gula, note book, modem dan website

Sumber : data diolah, 2015

METODE PELAKSANAAN

  1. Pendampingan terhadap mitra

Kegiatan yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa untuk sosialisasi program  dan perencanaan kegiatan yang akan dilaksanakan.

  • Pembelian Perlengkapan dan Peralatan

Tim pengabdian masyarakat melakukan pembelian perlengkapan dan peralatan yang akan diberikan kepada kelompok pengrajin gula kelapa.

  • Pengenalan Penggunaan Alat

Tim Pengabdian masyarakat bersama tim ahli mengenalkan penggunaan alat.

  • Pelatihan penggunaan Alat

Tim Pengabdian masyarakat bersama tim ahli memberikan pelatihan penggunaan alat, seperti alat packaging (alat pengemasan).

  • Pelatihan pengemasan

Tim pengabdian bersama tim ahli memberikan pelatihan kepada kelompok pengrajin gula kelapa, cara untuk pengemasan gula kelapa dengan menggunakan alat packaging (alat pengemasan).

  • Pelatihan pemasaran melalui website

Tim pengabdian bersama tim ahli memberikan pelatihan kepada kelompok pengrajin gula kelapa, cara promosi dan bagaimana cara mengoperasikan atau menjalankan website dan cara bagaimana cara memasarkan atau menjual produk secara online.

  • Keuntungan usaha

Dengan adanya bantuan modal dan diversifikasi produk dapat meningkatkan keuntungan usaha kelompok pengrajin gula kelapa dan memberikan pelatihan pembukuan sederhana.

  • Tim Monitoring dan evaluasi baik internal maupun eksternal melakukan monitoring dan evaluasi terhadap keberhasilan program.

HASIL YANG DICAPAI

  • Hasil yang Dicapai

Hasil yang dicapai dalam Program Ipteks Bagi Masyarakat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Surat Tugas Pengabdian Masyarakat dari LP4M

Setelah menandatangani kontrak kegiatan pengabdian masyarakat dengan Dikti melalui Kopertis Wilayah VII, LPPM IKIP PGRI Jember memberikan surat tugas pada tim pengabdian masyarakat IKIP PGRI Jember yang mendapatkan hibah.

  • Sosialisasi Program

Setelah memperoleh surat tugas dari LPPM bersama dengan tim pengabdian masyarakat IKIP PGRI Jember melakukan sosialisasi program pengabdian (IbM) kepada Kelompok Pengrajin Gula Kelapa di Desa Curah Tepas Kecamatan Ajung Kabupaten Jember.

  • Pembelian Peralatan

Tim Pengabdian Masyarakat IKIP PGRI Jember melakukan pembelian bebera peralatan yang dibutuhkan selama program. Peralatan produksi yang di beli seperti pembelian kompor gas api 1000, tabung gas, regulator, wajan (ketel) besi besar seserta sutel kayu dan cetakan gula merah, terus dari peralatan pengemasan yang dibeli seperti alat vacum sealer dan pemesanan plastik sablon,dan dari peralatan pemasaran barang yang di beli seperti note book, modem dan memesanan pembuatan web.

  • Laporan Kemajuan IBM
  • Penyerahan Peralatan dan Perlengkapan

Setelah pembelian peralatan dan perlengkapan sudah lengkap maka, tim pengabdian masyarakan mendistribusikan atau menyerahkan peralatan dan perlengkapan tersebut kepada Kelompok Pengrajin Gula Kelapa di Desa Curah Tepas Kecamatan Ajung Kabupaten Jember, yang disertakan dengan berita serah terima peralatan dan perlengkapan.

  • Pengenalan dan pelatihan Penggunaan Alat

Tim pengabdian masyarakat mengenalkan peralatan seperti pengenalan menggunakan kompor gas api 1000 sampai dengan pengenalan alat packaging atau pengemasan gula kelapa.

  • Proses Produksi dan pengemasan

Tim pengabdian masyarakat melakukan pengawasan dan melihat proses pembuatan dan pengemasan gula kelapa dengan peralatan yang sudah diberikan kepada kelompok pengrajin gula kelapa

  • Pelatihan Penggunaan Alat komputer, website dan pembukuan sederhana

Sebelum memasarkan produk, para kelompok pengrajin gula kelapa mendapatkan pelatihan terlebih dahulu oleh tim pengabdian masyarakat baik cara menjalankan website atau cara memasarkan produk secara online supaya mereka dapat memahami proses pemasaran gula kelapa melalui website ataupun penjulan secara langsung kepada pada konsumen. Pelatihan pemasaran diberikan karena tim pengabdian menginginkan  kelompok usaha mampu memasarkan dengan baik produk yang sudah dibuat dan, dan memberikan pelatihan pembukuan sederhana dengan mendatangkan Tenaga Ahli yang memiliki keahlian dibidang itu. Pelatihan pembukuan sederhana diberikan karena tim pengabdian masyarakat ingin usaha yang dijalankan bisa berlangsung lama dan dengan membuat pembukuan dari usaha yang dijalankan mereka dapat mengetahui berapa laba yang diperoleh dari usahanya.

  • Monev ekternal di Politeknik Negeri Jember
  • Seminar Hasil

Setelah program IbM Gula Kelapa selesai dilaksanakan, Tim Pengabdian Masyarakat mengadakan seminar hasil. Dengan melaksanakan seminar hasil ini Tim Pengabdian Masyarakat berharap mendapatkan masukan dari peserta seminar untuk kelanjutan program IbM ini, selain itu dengan seminar hasil ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi para dosen untuk mengadakan program pengabdian masyarakat yang lain.

  1. Laporan Akhir IBM

Foto – foto Kegiatan

Pengarahan dari Ketua Tim pengabdian masyarakat yaitu
Bapak Mucharom, M.Si, dan di damping oleh Neviyani, S.Pd, MM dan
Indra Lely H, S.Pd, M.Si

This image has an empty alt attribute; its file name is image-17.png

Foto bersama sesudah acara sosialisasi program IbM

Penyerahan Perlengkapan Note Book

Penyerahan Peralatan Ketel besi


Tanda tangan Berita Acara Serah Terima  Peralatan dan Perlengkapan

Pelatihan Packaging

Monev Ekternal di Politeknik Negeri Jember
Oleh Prof Dr. rer. nat, dan Drs. M. Yuwono, Apt,MS.

Seminar Hasil IbM di hotel Garden Palace Surabaya

Lampiran 5.  Gambaran Ipteks Yang di Transfer kepada Mitra

No Sebelum Sesudah
1. Masih menggunakan Tungku Peralatan Modern seperti Kompor api 1000, Tabung dan regulator
2. Menggunakan cetakan besar dari plastik Menggunakan cetakan kecil-kecil dari besi
3. Kemasan besar   Packaging dengan lebih kecil      
4. Belum ada website (pemasaran hanya terbatas pada tengkulak) www.gulakelapa-jember.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *